November 30, 2020

75.000 Tiket Garuda Ludes Jelang Libur Akhir Tahun

Pemesanan tiket penerbangan mengalami peningkatan cukup tajam. Hal ini seiring dengan dibukanya kembali pariwisata di Indonesia serta pelonggaran kebijakan pembatasan perjalanan, khususnya untuk rute domestik.

Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ade R Susardi mengatakan, sebanyak 75.000 tiket Garuda Indonesia sudah dipesan menjelang libur akhir tahun 2020.

"Tren ke depan liburan untuk 19 Desember hingga 10 Januari booking di pesawat kita sudah 75.000 penumpang," ujarnya dalam Economic Outlook 2021: Outlook Pariwisata 2021 secara virtual, Kamis (26/11/2020).

Menurut dia, orang Indonesia yang akan bepergian atau traveling biasanya membeli tiket pesawat 2-3 hari sebelum keberangkatan. Namun ini sudah ada booking jauh hari hingga mencapai 75.000 penumpang untuk 19 Desember hingga 10 Januari.

"Ini menunjukkan juga bahwa tingkat kepercayaan dari penumpang pada penerbangan cukup meningkat," ungkapnya.

Ade mengaku cukup optimis penjualan tiket maskapai bisa meningkat dua kali lipat pada Desember ini. Sementara itu, bagi yang ingin naik pesawat untuk pertama kalinya disarankan untuk membacacara cek in pesawatuntuk pemula.

Sejak bulan Agustus sudah mulai ada peningkatan yakni 9.000 penumpang dengan 170 penerbangan per harinya. Padahal sebelumnya pada bulan Mei hanya ada 34 penerbangan per hari dibandingkan normalnya 400-500 penerbangan per hari.

"Pada September lalu ada libur cukup panjang yang membantu peningkatan penjualan. Ada 14.000 penumpang per hari dan meningkat lagi kemarin 17.000 penumpang. Mudah-mudahan ini akan berkembang selanjutnya walaupun di masa normal ada 500 penerbangan dengan penumpang sekitar 60.000 hingga 80.000," jelasnya.

Posted by: moreys at 06:45 AM | No Comments | Add Comment
Post contains 242 words, total size 2 kb.

November 29, 2020

OPPO Tingkatkan Privasi Android di ColorOS 11

Privasi ponsel cerdas telah menjadi topik besar di media pada tahun 2020. Ada banyak kekhawatiran tentang seberapa banyak data Anda yang bersifat pribadi, dan aplikasi mana yang memiliki akses ke informasi Anda. Aplikasi media sosial dapat memiliki akses ke sejumlah besar informasi Anda.

www.wigatos.com

Lebih dari sebelumnya, pengguna menghargai privasi mereka dan ingin memiliki kontrol lebih atas informasi apa yang mereka bagikan dengan jenis aplikasi ini. Merupakan hal yang positif untuk melihat orang-orang lebih sadar tentang data pribadi mereka. Sekarang pasar perlu beradaptasi untuk memenuhi ekspektasi baru ini.

Di tahun 2020, melindungi privasi Anda belum tentu menjadi kerugian. Kemampuan untuk memantau dan meninjau informasi apa yang dikumpulkan aplikasi Anda adalah cara yang baik untuk mengendalikan situasi ini. Untuk waktu yang lama, aktivitas pengumpulan data ini telah berlangsung di latar belakang sistem Android Anda. Sekarang izin aplikasi lebih merupakan proses yang dipantau, sebagai lawan dari sesuatu yang terjadi secara diam-diam di latar belakang.

Dengan Android yang berjalan di lebih dari dua miliar perangkat, Google telah berdedikasi untuk meningkatkan privasi Android dengan setiap pembaruan baru. Mereka sebagian besar berfokus pada penerapan ini melalui Play Store. Mereka mengambil sikap agresif untuk menghapus aplikasi berbahaya dari layanan. Di luar ini, masih banyak pekerjaan yang bisa dilakukan.

Android 11 sedang dalam tahap awal didistribusikan ke ponsel di seluruh dunia. Pembaruan baru ini memiliki tampilan dan nuansa yang mirip dengan Android 10, dengan beberapa pembaruan terbesar datang dalam bentuk fitur privasi baru. Salah satu cara umum yang mungkin berisiko terhadap privasi Anda adalah melalui izin aplikasi.

Android 11 memperkenalkan izin aplikasi satu kali. Fitur ini akan memberikan akses aplikasi ke fitur tertentu. Jadi, jika Anda memiliki Facebook yang meminta untuk menggunakan lokasi Anda, Anda dapat menyetujuinya untuk satu kali. Lain kali Anda membuka Facebook, Anda harus menyetujui data lokasi lagi, agar aplikasi dapat terus menggunakannya.

Jika Anda telah menyetujui sebuah aplikasi, dan aplikasi tersebut tidak digunakan untuk jangka waktu yang lama, Android akan memicu fungsi reset otomatis izin baru. Ini akan membuat izin kedaluwarsa untuk aplikasi yang tidak digunakan. Pembaruan privasi baru ini adalah cara yang baik untuk memastikan bahwa aplikasi tidak terus menerus menarik data pribadi Anda di latar belakang.

Saat Android 11 tersedia, OPPO adalah salah satu orang pertama yang dengan cepat menggabungkan pembaruan baru ini dengan perangkat mereka. Fitur keamanan baru yang ditemukan di Android 11 akan segera tersedia untuk banyak perangkat OPPO dalam bentuk ColorOS 11.

Ketika OPPO meluncurkan ColorOS 11 berbasis Android 11, itu diperluas lebih jauh pada perlindungan privasi bagi penggunanya. Dibangun di atas tren privasi, ColorOS 11 dapat menawarkan fitur-fitur berikut kepada penggunanya:

Aplikasi yang diunduh bukan satu-satunya hal yang dapat melihat data pribadi Anda. Pengguna fisik ponsel Anda mungkin menjelajah ke area yang seharusnya tidak mereka kunjungi.

Dalam situasi seperti ini, ColorOS 11 memungkinkan Anda menyembunyikan aplikasi tertentu. Setelah aplikasi disembunyikan, itu hanya dapat diakses melalui pintasan aplikasi tersembunyi, dan setelah memasukkan kata sandi. Untuk sembunyikan aplikasi, kamu bisa baca panduanmengunci aplikasi di HP Oppoyang dijelaskan web WIGATOS.

Ada banyak situasi di mana aplikasi mendesak Anda untuk memberikan akses ke izin tertentu agar berfungsi dengan baik. Fitur Perlindungan Informasi Pribadi adalah cara yang sangat cerdas untuk melewati situasi ini.

Anda dapat mengaktifkan perlindungan untuk log panggilan, kontak, pesan, dan acara. Setelah perlindungan diaktifkan, ColorOS 11 akan mengirim informasi kosong ke aplikasi, menipu aplikasi agar mengakses data kosong. Ini akan melindungi Anda dari kebocoran data yang dapat mencakup informasi pribadi ini.

Posted by: moreys at 06:16 AM | No Comments | Add Comment
Post contains 568 words, total size 5 kb.

November 28, 2020

Samsung Bakal Rilis Galaxy Buds Terbaru Bareng Galaxy S21

Samsung telah meluncurkan true wireless earbuds (TWS) bersamaan dengan perilisan ponsel pintar andalan mereka selama beberapa tahun terakhir, sejak 2018.



Tampaknya, Samsung akan melanjutkan tren tersebut di peluncuran Galaxy S21 pada awal 2021. 

Seperti dikutip Uzone.id dari SamMobile, Samsung sedang merencanakan penerus Galaxy Buds+ yang akan debut di perhelatan Galaxy Unpacked pada Januari tahun depan.

Baca juga: Dalam 6 Tahun, Laba Ponsel Samsung Kembali Naik di Q3 2020Galaxy Buds terbaru disebut-sebut bakal hadir dengan dua peningkatan besar, yaitu pada fitur active noise cancellation (ANC) dan mode ambient. 

Sebagai informasi, Galaxy Buds generasi pertama dan Galaxy Buds+ melewatkan fitur ANC.Hal ini menjadi kekecewaan besar, karena sejumlah merek lain menawarkan TWS dengan ANC di kisaran harga yang sama. Samsung dilaporkan akan mengatasi kekurangan itu dengan TWS berikutnya.

Baca juga: Samsung Hanya Produksi 6 Juta Unit Seri Galaxy S21 di AwalPenerus Galaxy Bud+ diharapkan hadir dengan in-ear design yang sama. 

Jika benar, hal itu kelak menjadi baik. Desain tersebut lebih efektif dalam memberikan pengalaman peredam bising yang lebih baik.Galaxy Buds Live teranyar yang bentuknya mirip kacang juga menawarkan ANC. 

Namun banyak pengguna menunjukkan bahwa fitur itu tidak sesuai dengan target, terutama karena desainnya.

Posted by: moreys at 03:54 PM | No Comments | Add Comment
Post contains 199 words, total size 2 kb.

Buka Kunci Layar Samsung Galaxy S21 Bisa Pakai Suara

Smartphone terbaru, meski belum meluncur, namun rumor kecanggihannya terus dihembuskan. Yang terbaru, lini produk Galaxy S besutan Samsung, S21, dikabarkan akan dilengkapi dengan fitur keamanan suara.



Dilansir melalui Trusted Reviews, Kamis, 26 November 2020, Samsung Galaxy S21 akan dibekali dengan perintah suara untuk keamanan ponsel. Pengguna Galaxy S21 bisa mengunci dan membuka layar hanya dengan mengatakan 'Buka kunci'.

Laman SamMobile menyebut jika produk yang akan diluncurkan tahun depan ini akan menjadi yang pertama mengadopsi perintah suara untuk keamanan smartphone. Teknologi ini akan mampu mengenali suara unik sebagai jaminan untuk bisa membuka atau mengunci layar smartphone.

Jadi nantinya, tak hanya fingerprint sensor atau face recognition yang akan dibekali sebagai sistem keamanan Galaxy S21. Selain Pin dan Password serta Pola, perangkat baru Samsung ini juga bisa mengandalkan Bixby untuk perintah suara keamanan. Kamu juga bisa mengunci aplikasi di HP Samsung lho.

Teknologi ini dikabarkan akan disematkan di sistem operasi Samsung One UI 3.1. Penggunaannya pun cukup mudah, sama seperti menggunakan fingerprint atau facial recognition. Samsung juga pernah memiliki teknologi keamanan berupa iris scanner untuk membuka dan mengunci layar smartphone.

"Fitur Bixby voice unlock akan dimasukkan ke dalam menu Pengaturan Keamanan smartphone, bersamaan dengan metode unlock biometric dan opsi kode PIN," tulis laporan SamMobile.

Kabarnya waktu peluncuran trio Galaxy S21 dari Samsung akan benar-benar digelar pada Januari 2021, tandanya hanya sekitar dua bulan lagi.

Galaxy S21 dan S21+ disebut akan mendukung refresh rate layar 120Hz dan beresolusi Full HD+ LTPS. Untuk ukuran, Galaxy S21 dipercaya mengusung layar 6,2 inci, sementara Galaxy S21+ ukurannya 6,7 inci.

Sementara untuk Galaxy S21 Ultra, ukuran layarnya 6,8 inci LTPO format WQHD+ dan juga mendukung refresh rate 120Hz.

Uniknya, Galaxy S21 Ultra gosipnya akan dilengkapi dengan S Pen, namun berbeda dari seri Galaxy Note, justru Samsung lebih fokus pada layar digitizer agar kompatibel dengan sentuhan stylus.

Posted by: moreys at 03:37 PM | No Comments | Add Comment
Post contains 307 words, total size 3 kb.

<< Page 1 of 1 >>
19kb generated in CPU 0.0391, elapsed 0.091 seconds.
32 queries taking 0.0798 seconds, 47 records returned.
Powered by Minx 1.1.6c-pink.